Daun singkong yang selama ini sering dianggap sebagai tanaman biasa, ternyata menyimpan potensi besar sebagai solusi pestisida ramah lingkungan bagi para petani. Melalui semangat pengabdian dan inovasi, Kelompok KKN 61 ITERA menghadirkan pelatihan pembuatan pestisida alami berbahan dasar daun singkong sebagai langkah nyata mendukung pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga membuka wawasan masyarakat bahwa bahan-bahan sederhana yang tersedia di sekitar mereka dapat diolah menjadi produk yang bernilai guna tinggi. Dengan metode yang mudah, ekonomis, dan aman bagi lingkungan, masyarakat diajak untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang berpotensi merusak ekosistem dan meningkatkan biaya produksi.
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16-17 Januari 2026 karena dibagi menjadi 3 Rukun Keluarga perharinya. Antusiasme Masyarakat terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Warga secara langsung maju untuk mempraktikkan proses pembuatan pestisida alami, mulai dari pengolahan daun singkong hingga menjadi larutan siap pakai. Pelatihan ini menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu harus rumit, tetapi dengan ilmu pengetahuan, kreativitas serta kemauan, potensi lokal dapat diubah dan diberdayakan menjadi solusi yang bermanfaat. Melalui program ini, Kelompok KKN 61 ITERA berharap masyarakat dapat lebih mandiri dalam mengelola pertanian mereka, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan. Inisiatif ini menjadi langkah kecil yang membawa harapan besar: pertanian yang lebih sehat, hemat, dan berkelanjutan untuk masa depan.
Adapun Tata Cara Pembuatan Pestisida Alami Dari Daun Singkong yang disosialisasikan kepada masyarakat adalah sebagai berikut:
- Siapkan daun singkong segar, kemudian cuci hingga
- Haluskan daun singkong dengan cara ditumbuk atau diblender dengan air bersih sebanyak 500 ml hingga daun singkong halus.
- Campurkan daun singkong yang telah halus dengan detergen cair sebanyak kurang lebih 3 sendok makan atau secukupnya.
- Saring larutan untuk memisahkan ampas dan air hasil
- Masukkan bawang putih sebanyak 2 siung lalu simpan hasil ke dalam botol tertutup
- Larutan difermentasikan selama minimal 2 hari atau lebih agar kandungan antara daun singkong, detergen cair dan bawang putih dapat menyatu dengan baik
- Setelah proses fermentasi, cairan pestisida dapat digunakan dengan menyemprotkan ke daun tanaman yang terdapat hama. Selamat Mencoba!
- Setelah difermentasikan pestisida alami dapat digunakan pada tanaman yang terdapat hama seperti ulat, wereng, semut dan sebagainya.